CBDC Vs Bitcoin, Reaksi Bank Indonesia

Dec 11th
CBDC Vs Bitcoin

“CBDC akan menjadi bagian dari upaya mengatasi penggunaan kripto dalam transaksi keuangan,” kata Asisten Gubernur Bank Indonesia Juda Agung.

Central bank digital currencies (CBDC) adalah versi digital dari mata uang nasional yang diperkenalkan sebagai tanggapan atas meningkatnya adopsi cryptocurrency. Menurut Bank Sentral Indonesia, CBDC akan menjadi alat penting untuk memerangi kripto.

1 Picture Gallery: CBDC Vs Bitcoin, Reaksi Bank Indonesia

Bank Sentral Indonesia sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan rupiah digital untuk “melawan” mata uang kripto seperti Bitcoin (BTC), kata Asisten Gubernur Bank Indonesia Juda Agung pada pertemuan parlemen baru-baru ini.

“CBDC akan menjadi salah satu alat untuk melawan kripto. Kami berasumsi bahwa orang akan menganggap CBDC lebih kredibel daripada kripto. CBDC akan menjadi bagian dari upaya untuk mengatasi penggunaan crypto dalam transaksi keuangan, ” kata Agung, menurut laporan Bloomberg hari Selasa.

Ia mencatat bahwa cryptocurrency seperti Bitcoin saat ini diperdagangkan bersama komoditas berjangka dan diatur oleh kementerian perdagangan meskipun berdampak parah pada sistem keuangan.

Berita itu muncul tak lama setelah Majelis Ulama Nasional (MUI), badan ulama Islam terkemuka di Indonesia, dilaporkan menemukan bahwa cryptocurrency seperti Bitcoin adalah haram, atau dilarang oleh ajaran Islam. Salah satu MUI cabang Jawa Timur sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang menganggap penggunaan cryptocurrency haram pada akhir Oktober.

Erwin menjelaskan saat ini desain penerbitan CBDC masih terus dibahas oleh bank sentral, baik mengenai skema distribusi rupiah digital hingga desain penerbitan CBDC.

“Kita berbicara tentang desain-desain termasuk denominasi, dan sebagainya. Juga dengan pilihan-pilihan teknologinya, apakah kita mau memakai blockchain, distributed ledger technology (DLT), di mana uang itu kemudian seperti bitcoin yang sekarang,” jelas Erwin.

“Atau tetap ada sentralitas di sana atau sentralitas di sana atau gabungan keduanya, karena diterbitkan bank sentral mungkin bisa pakai teknologi blockchain yang DLT, tapi tetap ada ‘bandarnya’ yaitu BI,” kata Erwin melanjutkan.

Nah, persoalan yang terjadi saat ini, kata Erwin aset kripto menjadi instrumen investasi telah menjadi tren di kalangan anak muda dan cenderung naik terus.

Padahal, di beberapa kesempatan BI selalu mengingatkan bahwa aset kripto tidak aman untuk dijadikan investasi karena tidak ada underlying assetnya.

Sambil mempertahankan sikap beragam pada kripto, regulator Indonesia semakin melihat potensi CBDC. Pada bulan Mei, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan rencana untuk meluncurkan rupiah digital sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

CBDC seperti yuan digital China tampaknya dirancang untuk mengekang adopsi cryptocurrency sebagai salah satu fitur utama mereka. Indonesia tidak sendirian dalam berpikir bahwa CBDC dapat membantu pemerintah memerangi kripto. Pada pertengahan November, gubernur Bank of Russia Elvira Nabiullina mengatakan bahwa CBDC harus menjadi pilihan yang baik bagi pemerintah untuk menggantikan cryptocurrency terdesentralisasi seperti Bitcoin.

This post topic: CRYPTO, KEUANGAN

Other Interesting Things About CRYPTO, KEUANGAN Photos