Harga Saham Grab Anjlok 20% Hari Pertama Jalan-jalan Di As

Dec 9th
Saham Grab

Perusahaan ride hailing, Grab Holdings Ltd. akhirnya melantai di bursa saham Amerika Serikat (AS), Nasdaq, Kamis (2/12) waktu setempat. Aksi ini dilakukan melalui skema perusahaan akuisisi dengan tujuan khusus (SPAC), yakni merger dengan Altimeter Growth Corp.

1 Picture Gallery: Harga Saham Grab Anjlok 20% Hari Pertama Jalan-jalan Di As

Dikutip dari Marketwatch, harga saham emiten berkode GRAB ini ditutup anjlok 20,53% ke level US$ 8,75 pada hari perdagangan perdananya. Padahal, harga saham dibuka di level US$ 13,06, atau lebih tinggi dari level penutupan hari sebelumnya, ketika masih sebagai Altimeter Growth yakni, US$ 11,01. Harga saham yang diperdagangkan berkisar pada rentang US$ 8,13 – US$ 13,29 dengan volume perdagangan saham tercatat mencapai 35,75 juta saham. Kapitalisasi pasar Grab tercatat sekitar $51,6 miliar, tetapi kemudian menyusut seiring penurunan harga sahamnya pada penutupan perdagangan tersebut.

Selain itu, Chief Financial Officer (CFO) Grab, Peter Oey mengatakan, perusahaan mengalami tantangan yang berat pada kuartal III 2021 hingga menutup operasionalnya di Vietnam seiring pandemi Covid 19 di Asia Tenggara. Namun, kinerja menunjukkan pertumbuhan dan pemulihan sesuai yang diharapkan.

“Bisnis kami telah meningkat karena lockdown (pembatasan mobilitas) telah dilonggarkan. Bisnis pembayaran juga terus berkembang, kami melihat semua tanda yang kuat,” katanya. Laporan S&P Global Ratings memaparkan, aksi korporasi Grab ini akan memberi pasokan dana tunai lebih besar untuk aksi ‘bakar uang’. Namun, kualitas kredit perusahaan akan dibatasi oleh kinerja operasionalnya yang merugi dan arus kas operasi yang berpotensi negatif selama 12 bulan ke depan.

IPO ini menjadi IPO Nasdaq yang pertama kalinya digelar di Asia Tenggara. Dia melanjutkan, pihaknya tidak akan berada di posisi saat ini tanpa bantuan mitra driver dan pedagang di Grab.

“Kami di sini saat ini, terima kasih untuk dukungan dari dari jutaan mitra pengemudi dan pedagang yang bekerja keras setiap harinya,” kata Anthony dalam sambutannya, Kamis.

Dalam IPO ini, GRAB diproyeksi menerima US$ 4,5 miliar atau setara Rp 64 triliun (kurs Jisdor 2 Desember 2021 Rp14.378 per dolar AS).

Dikutip dari situs resmi Nasdaq, Nasdaq memperkirakan IPO Grab menjadi IPO terbesar melalui SPAC sepanjang tahun ini.

Pada awal perdagangan Kamis (2/12) waktu setempat, saham Grab dibuka melesat 19% ke level $13,06 hari dari penutupan hari Rabu, ketika perusahaan masih diperdagangkan sebagai SPAC Altimeter Growth Corp. Namun saham perusahaan internet Asia Tenggara tersebut dengan cepat kehilangan tenaga, dan berubah menjadi merah pada tengah hari.

Perusahaan diperdagangkan menggunakan ticker GRAB di Bursa Nasdaq. Penyokong utama perusahaan termasuk Vision Fund milik SoftBank Group, perusahaan ride-hailing China Didi Global Inc. dan Toyota Motor Corp.

Kesepakatan SPAC juga mencakup penggalangan dana senilai US$ 4,5 miliar untuk perusahaan yang telah berusia sembilan tahun tersebut. Selain di Indonesia, Grab juga beroperasi di tujugh negara lain termasuk Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Hingga saat ini, Grab masih belum mampu menghasilkan keuntungan. Pendapatannya untuk kuartal ketiga 2021 malah tercatat turun 9% menjadi US$ 157 juta karena peningkatan kasus pandemi virus corona di kasus Asia Tenggara dan lockdown yang dilakuakn di Vietnam menekan operasi ride-hailing, sementara volume pengiriman makanan meningkat.

Gross merchandise value (GMV) atau nilai total transaksi, naik 32% menjadi US$ 4,04 miliar dari periode yang sama tahun lalu. Grab mengatakan kenaikan nilai GMV dari segmen pengiriman mengimbangi penurunan yang terjadi dari segmen mobilitasnya, yang terkena dampak pembatasan terkait pandemi di tengah penyebaran varian Delta.

This post topic: SAHAM

Other Interesting Things About SAHAM Photos